Web Vast World & Anonymity for Shady People : Story of Randompeps

World Wide Web is a vast world that I’m afraid only to imagine it

Postingan ini bakalan jadi postingan yang cukup panjang. Jadi kalo gak cukup kepo dan males baca bisa diskip aja. Tapi boleh komennya ya Kakaaa….. πŸ˜€ *modus*

Blogosphere adalah dunia yang sangat luas, bahkan untuk di Indonesia sendiri dan gw terlalu naif. Kenaifan itu akhirnya bisa dimanfaatkan oleh orang yang gw khawatirkan untuk ditemui. Penipu.

sore ini, Pepi upload postingan berjudul terimakasih yang menjelaskan tentang kejadian yang akan gw jelaskan di bawah. Silahkan buka blognya di randompeps.wordpress.com. Silahkan dibaca dan disimpulkan sendiri. Saya sendiri punya sikap atas postingan itu.

I believe goodness in people dan gw gak nyangka kalo kepercayaaan itu yang akhirnya bikin gw jadi korban penipuan karena terlalu percaya sama orang yang belom tahu in person.

Sekitar bulan September – Oktober 2012 gw kenalan ama blog Randompeps. Sebuah blog yang dari segi tampilan sederhana dan berisi tulisan penuh optimisme dari si empunya blog. Ceritanya sih awal 20 an, interior design graduate dan nikah muda sama anak lulusan arsitek. Mereka lagi ngerintis usaha UKM. Sounded perfect. I fell in love with her writings dan sesekkli si Pepi (@pupeps di twitter) upload art work hasil karyanya dia dan Dedo (she claimed her husband). Cerita lengkap dateng sendiri deh ke sana, kalo ternyata udah ditutup gw masih ada kok webnya kali aja mau baca.

Social Climber

Gw tahu blog penipu ini dari komen di salah satu blog ibu-ibu yang punya komunitas sesama ibu-ibu hitz lainnya. Baca tulisan mereka rasanya dunia ini full of possibility and positivity. Turned out si Pepi ini salah satu di antara geng mereka. I took it for granted bahkan ga nanya ke salah satu anggota yang lain yang Bul kenal lumayan deket.

Setelah semuanya terkuak baru gw tahu kalo si Pepi ini adalah social climber. Dia ngedeketin satu persatu orang untuk bisa masuk ke dalam lingkaran pergaulan suatu komunitas dan kemudian orang yang gak lagi dia butuhkan dianggurin. Kejam? iya banget. Sok akrab dan sok kenal, saling mensyen dan saling komen. Semua anggota komunitas mengira dia adalah teman yang lain dan ternyata in the end of the day she is nobody’s friend.

Modus

Seperti yang sudah ditulis rekan blogger yang lain dan mungkin udah pada tahu karena jadi korban (yang semoga sih enggak ya), modus si Pepi ini ada beberapa macem. Modus yang bakal gw tulis di sini adalah modus untuk penipuan kali ini aja yang gw termasuk jadi salah satu korbannya.

Pinjem Uang

Korban modus ini adalah orang-orang yang merasa jadi temen deketnya Pepi. She played it well dan sampai di suatu titik mengemukakan alasan dia korban kdrt, lagi sakit, supplier telat bayar padahal harus bayar kuliah adek dan sebagainya. Dia pinjem uang dan janji dibalikin beberapa waktu kemudian.

As expected, ga ada satupun janji yang terwujud. Utang ga dibayar.

Book Sale & Customized Artwork

Sekitar bulan Oktober, Pepi announced that she will have a book sale. Dari ratusan koleksi bukunya dia mau jual separoh harga. Logikanya kalo orang mau jualan barang di online kan pajang foto ya. Pepi nggak (dan dengan bodohnya gw percaya aja). Telen mentah-mentah bulet-bulet. Pesen buku dan bayar pas hari pemesanan atau satu hari setelahnya.

Selain itu, Dedo yang diakui sebagai suaminya punya bakat seni, orang tuanya pun konfirmasi soal ini. Dia bisa gambar bagus. Jauh sebelum book sale ternyata Pepi sudah jualan artwork karya mereka. Macem-macem mulai game puzzle dengan gambar pemesan, mug dan yang semacem itu. For some well known and reputable blogger, they really made the order and sent it. Review pun dibuat oleh pemesan di blog mereka. Banyak dong yang pesen.

Apakah kemudian pengiriman lancar? Yes, seperti dugaan cengceremen (minjem istilah Pepi) semua, mostly gak nyampe. Bayangkan aja, nama ekspedisi PT Pos Indonesia, TIKI dan jasa pengiriman barang melalui travel Cipaganti dijadikan kambing hitam. Mulai dari barang pecah, gak ketahuan juntrungan dan segudang alasan lain. Padahal gw ngirim barang ke rumahnya Bibi yang Bandung coret aja nyampe jauh lebih cepat dari perkiraan. Ditanya resi? ada aja alesannya.

Memanfaatkan Prasangka Baik

Motif paling gak berperasaan si Pepi adalah memanfaatkan prasangka baik orang. Ga enak kan tiba-tiba nanya ke orang lain pernah punya masalah keuangan ama orang lain ato ga? Si Pepi tahu banget ini dan dia ekploitasi habis-habisan.

Worst part we the victim not only our money being robbed but also forced to think good about her for months. Gw sendiri berpikir kalo emang ada masalah dan Pepi sedang berusaha menyelesaikan. Dih! rugi banget kan?

Kejahatan Berulang

Pas Kamis kemarin semua orang memutuskan untuk mempublish kasus ini, temuan kami bahwasannya Randompeps bukankah blog pertama yang dipakai untuk menipu tervalidasi. Beberapa temen blogger dan penggiat twitter memberikkn kesaksian kalau mereka sudah menjadi korban balik ke tahun 2009.

Dari hasil googling dan kekuatan internet yang menyimpan apapun sekali kita posting, ditemukan beberapa nama yang dipakai oleh Pepi. Sheno Monkey, Nona Noto dan Wonderfulife denggn menggunakan berbagai penyedia blog gratis. Nama-nama itu hanya beberapa dari nama-nama lain yang dia pakai.

Sepanjang berganti-ganti nama ini, Pepi ketahuan climbing di berbagai komunitas yang beda-beda. Mulai dari BlogCamp group, beberapa blogger muda yang penuh idealisme dan juga blogger-blogger cemerlang Indonesia. Bahkan Pepi waktu pake nama Noto berhasil memposisikan diri sebagai anak muda kebanggaan bangsa yang bahkan RA Kartinipun bangga. Muda, pandai menulis, mengasuh banyak anak terlantar, dengan project beraneka ragam sampai menerbitkan majalah. Kalau ditarik benang merah, cerita yang dia pergunakan selalu too good to be true.

The Story Behind

Gw gak bayangin apa yang bakalan dilakukan oleh blogger-blogger gaul nan cerdas itu sampe bisa dapet informasi soal Pepi ini sebelumnya. Lead petunjuk sekecil apapun diikuti dan ditelusuri.

Nama-nama yang dipakai oleh si Pepi ini antara lain: Noto, Ata, Sheno, Ata Notonegoro, dan yeah… our beloved Pepi.

Di blog randompeps dia cerita soal Dedo yang menurut asumsi kami adalah suaminya meskipun secara spesifik gak pernah disebut sebagai suami karena di cerita itu mereka tinggal bareng, tidur bareng, kruntelan dan sebagainya. Di salah satu sms dia ngaku jadi korban KDRT which means harus ada rumah tangga dong ya?

Ternyata nama lengkap Pepi yang berhasil di dapet adalah Oktasari Nurhirhaningsih. Nama lengkap Dedo inisialnya S/G. satu suku kata dipakai sebagai gabungan nama Sheno- She*** dan Noto.

Dia ngaku anak interior design? bohong. S yang anak interior design di universitas ternama di negeri ini. Pastinya bohong kalau Dedo anak arsitek dan lagi ambil S2 karena dia anak interior design. Sementara Pepi? There’s another story there.

Dedo yang diakui sebagai suami pun belom pernah menikah sama Pepi. Diakui dari pembicaraan telepon dengan salah satu TimSus yang gw curiga bentar lagi bakal ganti nama jadi TimOlShop.

Pemilik rekening yang gw transfer pertama kali diakui Pepi sebagai asistennya, tapi waktu dikonfirmasi lewat telepon (pas dia nelepon mau bo’ong ketika kartu atm sudah diblokir) dia ngaku itu adeknya. Sekar ada dua di dalam manajemennya dia dan sekar asistennya nipu dia dan bawa lari semua uangnya. Bagaimana uang yang ada di rekening adeknya bisa dibawa lari oleh asistennya dengan nama yang sama?

Semua cerita yang dibangun oleh Pepi, adiknya, rumah tangga tempat Dedo tinggal yang broken home, adik-adik Pepi yang masih kuliah dan segala macam kebohongan yang ditampilkan ternyata memiliki dasar-dasar kenyataan tapi kemudian diputarbalikkan oleh (maaf) otak yang sudah rusak dan terlalu banyak berhayal ditambah dengan keinginan untuk mendapatkan uang mudah.

Ngelihat betapa twistednya cerita hidup si Pepi yang udah ngalahin Cinta Fitri dan Tersanjung yang 7 season itu (eh ato lebih ya?) Gw pribadi punya pendapat kalo sebenernya Pepi ini beneran butuh bantuan tenaga medis profesional.

Sepanjang gw kenal Pepi, gw tidak pernah ngelihat mukanya langsung, padahal seluruh (so called) temen-temennya dia paling gak pernah sekali upload foto keluarga ato foto mereka. Penasaran dan gw pernah tanya, jawabannya adalah “Gw gak mau orang nanti beli produk gw karena ngelihat siapa kami, tapi gw mau mereka beli karena melihat karya kami.” Dan setelah berhasil dikonfirmasi ke orang-orang yang ketemu dengan Pepi, paling gak fotonya sebagai berikut:

Kemudian Apa?

Setelah banyak korban berkumpul dan berusaha bagaimana bisa bertemu dengan Pepi, ternyata kondisi belum memungkinkan kami buat bisa ketemu dan ngomong langsung. Setelah itu Dedo/She/G tiba-tiba nawarin untuk menyelesaikan segala transaksi bisnis yang tertunda dan kami diharapkan buat ga mempublish tulisan yang menjelekkan nama orang “hanya” karena transaksi bisnis yang terganggu.

Untuk transaksi bisnis yang terganggu tidak ada yang namanya delay selama lebih dari satu bulan, ekspedisi yang gagal kirim berkali-kali atopun beribu alasan untuk tidak memberikan resi pengiriman. Trus gimana yang uangnya dipinjem dengan berbagai alasan tapi gak dibalikin? Apa itu bisnis juga?

She/G/Dedo, kami gak tahu anda siapa dan hubungan dengan Pepi. Kenap Anda mengambil posisi menggantikan semua kerugian bisnis yang diakibatkan Pepi? Apa hubungan Anda dan Pepi? Dalam kapasitas apa Anda melibatkan diri? Apa mau Anda?

Apa yang dilakukan oleh Pepi mungkin sudah mencapai ranah kriminal karena dia mempergunakan rekening orang tanpa seizin pemilik untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan cara

Jadi tujuan dibuatnya postingan ini bukan untuk menjelekkan seseorang karena yang gw tulis insyaAllah ada bukti dan ada saksinya. Postingan ini dibuat agar supaya yang lain bisa ngambil pelajaran dari sini dan kedepannya informasi mengenai Pepi ato siapapun namanya bisa di googling dan ditemukan lagi untuk dibaca.

Pelajaran yang gw sendiri ambil adalah jangan terlalu cepet percaya akun anonim di web.

Banyak orang jahat di internet tapi gak sedikit juga orang baik di sana. Jadilah lebih gaul. Dan JANGAN GAMPANG PERCAYA apalagi KETIPU.

Other links

Buat yang mau baca cerita dari sudut pandang korban atau calon korban lain silahkan dibuka link di bawah ini:
– Leony : Keajaiban ASI
– Lafamilledewijaya : Jangan Ada Grifter di Antara Kita
– Bemzkyyeye : Buat Pepi/Noto/Ata/Okta
– Ndutyke : Pepi PEnipu PIntar
– Plovea : Penting untuk Dibaca
– My Daily Thank You Note : Cerita Pepi
– Endless Laugh : Tuti Tukang Tipu
– d-rahmans : Aku Tertipu Dia
– Silulak : Blogger Penipu
– Cerita Nadya : Becareful Befriend with The Unknown
Β Celoteh4ti : (masih) tentang Pepi dan Liku-Liku Pengiriman Buku

Kalo ada postingan baru tolong kabarin ya. ntar gw update dimari.

PS:
– sebenernya masih banyak yang mau diceritain tapi kok males ketik ya. Butuh minum panadol banyak nih. Kalo nanti niat update bakal diupdate lagi deh. Hihihihi. Diupload dulu biar gak ketinggalan.
– forgiving not always comes with forgetting.

Advertisements

294 thoughts on “Web Vast World & Anonymity for Shady People : Story of Randompeps

  1. Pingback: PEPI : Pe-nipu Pi-ntar | -ndutyke-

  2. Sambil nyruput teh, saya ijin numpang baca ya, mas Dani.

    Di Reader, posisinya pas di bawah Mas Dani, saya lihat Randompeps juga posting “Terimakasih”, tapi belum sempat saya baca isinya. Sepertinya bakal ditemani 2 gelas teh nih sore ini untuk melahap semuanya πŸ™‚

    Like

  3. Oh dirimu ikut tertipu ya Mas? Yah kelakuan Pepi bisa jadi preseden buruk bagi jualan online..Mudah2an setelah ini kita tambah kritis kalau ketemu orang baru di dunia maya ya..

    Like

  4. Hehe, akhirnya keluar juga post-nya.. πŸ™‚
    Yg mencurigakan itu buku, klo second kan hrsnya ada fotonya & walau in a good condition harusnya kan dikasih liat se-good apa, masalahnya sebagus2nya ngerawat buku pasti lecek juga, makanya gak tertarik.. Hehe, pdhal ada buku yg susah dicari tp di dia ada.. -__-

    Like

    • Emang Nit, tapi karena udah bangun komunikasi di awal jadinya kita percaya-percaya aja. We take for granted anggepan kalo dia itu temen tanpa dibuktikan. Gw juga sih yang bodoh

      Like

  5. Panjang.. dr kmrn nih nyimak cerita si Pepi ini.

    Pinter dia ya Mas, bisa bikin cerita serumit itu. Trus bisa prediksi kira2 sikap korbannya bakal gimana.

    Mestinya jadi penulis novel nih.

    πŸ˜€

    *sadar dek, sadarr*

    Like

  6. hai, blogwalking dari blognya…..entah siapa lupa, saking banyaknya yg ngebahas si pepi ini hahahaha…

    dulu hampir mo beli bukunya, untung ga jadi…

    ternyata ya… ckckckckc… menakutkan…

    Like

    • Kalo ada temen yang transaksi dan ternyata nyangkut infokan di kolom komennya MemTyke Mel. Biar ketahuan si pepi beneran mau menyelesaikan semuanya apa nggak. emang menakutkan.

      Like

  7. Pingback: Another Point Of View : Pepi | Keluarga Rahman

  8. dunia maya dunia yg kadang enak kadang ga enak juga, makanya poto profil penting di blog dan sosmed lainnya … So dgn adanya kasus ini, harus waspada lagi nich kyknya, thx bang Dani infonya, sebarkan kasusnya biar pepi dkk ketangkep

    Like

  9. baca postingan ‘terima kasih’ nya si tukang tipu,ntah knapa dr kacamata saya kok sepertinya dia sedang mengiba2 cari simpati ya mas Dani..aahh ga sukaa! smoga yg lain gak terperdaya sama tulisan permohonan maafnya ituh! inga ingaa..dia pintar berkata2 dan menulis kalimat2 manis lhoo…

    Like

    • Hehehehe.. sama juga merasakan hal yang sama. πŸ™‚
      tapi ya biarlah. Paling ga teman-teman yang tersangkut masalah ini diberikan janji untuk dikembalikan ya uangnya

      Like

  10. Sejauh ini, aku wis tamat moco tentang pepi berseri ini dengan berbagai versi…di blog teman2.

    Dan aku juga udah baca postingan dia yang “terima kasih ” itu…tapi kok ga menjelaskan apa2 ya,,,(menurutku lho). Tapi ya sudah lah…ga ngaruh juga ya….

    Sing aku heran, dia bikin ceritane, skenarionya lku lho, edyaaaan, khayalan tingkat tinggi…melibatkan banyak orang, ya Dedo lah ya Sekar lah, ya adeknya lah……ckckckckc…

    Aku kenal juga sama pepi tapi karena aku jarang BW dan kadang ada beberapa komen yg ga sengaja ga terbales olehku (maklum, sibuk tingkat tinggi, hiyaaaaah) termasuk komen dia, jadi kayaknya aku ga termasuk targetnya kali ya….Alhamdulillah…

    Aku jadi ingat waktu kita lunch brg di Sarinah dan ayam Gantari, sebenarnya yeye dan aku mau nanya lebih dalam ke kamu , tapi kan ya waktu itu kita masih berprasangka baek ke pepi. jadi takutnya, kami salah,,,

    Tapi ternyata oh ternyata.,…. 😦

    Like

    • Setuju sama mbak pungky *eh kenalan dulu ya mbak, salaman* aku juga baca klarifikasinya tp udah gk percaya secara udah berulang dr tahun 2009 ya ckckckckkk

      Ini membuka mataku selebar2nya biar lebih melek lg kalo di dunia maya ini gk semuanya real ternyata ada juga yg palsu 😦
      Kalo aku mah insyaallah asli, oh ya semoga si pepi abis ini kapok ya amiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn

      Note : setelah liat fotonya kok aku berasa familiar ya sama wajah org itu?

      Like

  11. sy baru tau nama pepi justru pas ada kejadian ini.. turut prihatin ya.. dan semoga gak ada kejadian lagi.. tfs juga ya, walopun sy blm kenal tp setidaknya menjadi waspada πŸ™‚

    Like

  12. Gw juga baca berseri-seri tulisan tentang pepi sepanjang ari di blog temen2. pertama tau gw kaget banged donk, secara gw ikutin dia sejak postingan pertama di blog pepipepo trus pindah ke pepiiiih trus trakhir pindah lagi ke randompeps.

    Tadinya gw kagum ama dia, masih muda dan serbabisa : pinter gambar, bikin prakarya, kegiatan sosial, fotografi, oh bisa masak sampe usaha katering, dannn pinter nulis sampe bisa nge posting 100 dalam sminggu (gw mungkin 100 dalam setaon πŸ˜› ). Tapi ga nyangka ya, emang bener kata lu, sounds too good to be true

    Gw bingung juga kok bisa ya dedo ini bukan suaminya? Secara gw masiii inget dia perna posting gimana doi naksir dedo sejak SMP/SMA, trus setelah bertaon2 ga ketemu akhirnya si dedo ngelamar langsung.. OHH MYY it was a romantic story.. skarang gw bingung diantara ratusan postingan dia yg uda gw baca : mana yang bener n mana yang imajinasi ya??

    *nyari panadol*

    Like

  13. matur nuwun mas Dani informasinya, usaha ko nipu sana sini hhhmmm

    tapi satu sisi, saya salut sama dia, pinter banget yaaa…sayang disalahgunakan 😦

    Like

  14. Selama ini lihat nama Dani di beberapa blog tapi baru kali ini blogwalking skalian ninggal komen. Serius aku ga habis pikir tentang anak ini. Di fotonya kelihatan masih kecil banget. Kira-kira kenapa ya di menipu terus-terusan? Apa karena awalnya merasa gampang dapat uang dengan cara tipu trus akhirnya ketagihan? Lalu sekolah ga selesai? Duh, sayang banget kalau memang begitu.

    Beberapa postingan dia mengesankan kalau dia deket sama beberapa seleb blog, dan waktu itu aku cuma mikir “wah, temennya banyak juga ya”.
    Mau nuduh social climber kok rasanya tega bener..

    Serius lho kukira dia sudah nikah sama si Dedo, secara bolak-balik cerita krunthelan de es be de es be.. Alamaaaak… terang-terangan ceritanya *facepalm*

    Oya, aku sempat baca postingan blog dia yang menyalahkan sistem bank yang ujug ujug nge-blokir kartu ATMnya. Sekarang postingan itu dihapus. Hahahaha.. enak aja nyalahin sistem.

    Like

    • Salam kenal. πŸ™‚
      Entah kenapa dia melakukan itu semua. Hanya Pepi dan Tuhan yang tahu keknya N1ng.
      Bener banget, nyalahin sistem seenak sendiri, etapi itu setelah dese konsultasi dengan ijk sih. Sebagai bagian menjebak gitu rencananya. Hehehe

      Like

  15. Dari kemarin marathon BW kepo banget gw πŸ™‚
    Dg terkuaknya cerita dari beberapa teman blogger semoga Pepi bener2 insyaf (ora mung manis lambene) dan gak ada lagi korban berjatuhan.

    Gw udah baca juga randomspep, luar biasa manis kata katanya. Good actress rupanya dia πŸ™‚

    Like

  16. wahh aku ketinggalan berita nih ttg si pepi2 itu.. kmrn cuma dnger ceritanya sekilas. pas buka blog baru dehh baca tulisan2 ttg pepi ini. mudah2an dia beneran insyaf deh..jd ngerusak ol shop jg soalnya, tar makin byk org yg ga mau transaksi online..

    Like

  17. tfs ya dani..
    waspada jadinya kita.. dia satu kontak di wipi, daku baru gabung wipi.. baca blognya yang terimakasih aja bingung, ada apa ma tuh orang, dan baru tahu namanya pepi..

    salam kenal, klik ini dari link yang dikasih bebe..

    Like

  18. barusan sy bw ke randompeps, baru tau ada orang macam gini. Cocoknya dia jadi penulis novel, dia sepertinya penulis yg baik. Tp syg, jelek2in dunia perOLan.. Imbasnya kesaya juga yg baru mau jual sesuatu di blog.. Duh…

    Like

  19. mwahahaha! melebihi tersanjung yang 7 season…
    yah, semoga acara ngarang2 drama kehidupan di blog kaya dia ngga bakal ada lagi deh… kayanya daripada jadi blogger dia mending jadi script writer aja /pedes

    salam kenal Om Dani
    saya sli bukan palsu *bletak*
    Chelle

    Like

  20. internet dunia paralel dengan dunia kita om
    jadi ga bakalan beda beda jauh lah
    malah kayaknya kita lebih banyak nipu di internet
    aslinya ganteng kaya aku ngaku jelek *plekkkk…

    pokoknya cengceremen dah…

    Like

  21. Turut prihatin ya mas atas apa yang menimpa mas dan teman-teman blogger lainnya. Kita yang memegang kejujuran, ditipu seperti itu rasanya luar biasa sakit!

    Dan aku rasa si pelaku ini kayaknya punya masalah mental kali ya….

    Mudah2an jadi pembelajaran buat kita semua….

    Like

    • Saya kurang tahu benar punya masalah mental apa nggak sih ya Mayy, tapi kejadiannya berulang terus dari 2009.
      Amiiiin… semoga kita semua dapat pelajaran ya dari sini

      Like

  22. saya ngikutin ceritanya di TL twitter beberapa baca postingan blog lain juga, jadi ini maksud mas Dhani nanyain di DM ya.. ternyata jadi salah satu korban juga.. Alhamdulillah saya memang jarang beli di ol. paling beli buku itupun yg udah punya nama.

    *nah kalau saya malah sering upload photo ya :mrgreen:

    mudah-mudahan dia berubah dan ada penyelesaian nyata bukan sekedar kata-kata

    Like

  23. Pingback: (Masih) tentang Pepi & lika-liku pengiriman buku. | celoteh .:tt:.

  24. Dan betapa malunya aku mas ketipu sampe dua kali. yg pake nama ata dan nama si pepi ini.

    Kalau pepi emang aku bener gak ‘deket’. tapi pengakuan paling memalukan adalah aku pernah ketemu sama pepi ini loh mas. dulu tahun 2012 awal yg aku temui itu namanya ata noto itu. ketemuannya di bandung dan dia yg katanya orang kaya tapi pake motor (maaf) yg tada butut.

    Emang kesalahan kita semua adalah diam ya mas. amit amit deh ketemu orang kayak gink lagi. dan yess.. aku gak akan pernah percaya lagi sama akun anonim yg jualan atau apalah ngaku ngaku.. hmm…

    Like

  25. Forgiven but not forgotten yah jadinya…
    Moga smua cepet selese aja deh yah. Serem amat sampe segitunya nipunya…
    Moga pelaku segera sadar!

    Like

  26. aku kaget mas…benar2 g nyangka..
    awalnya aku sih juga bertanya2 dedo itu siapa..krn g ada penjelasan yg jelas..
    haduhh mdah2n g byk yg kyk gininy mas danni

    Like

  27. Selama ini silentrider, g ngeblog tp suka banget bc2 blog,, sy jg korbannya pepi sdh trf sejak oktober buat beli 4 buah buku sampe skr g nyampe2 untung g kepincut buat trf lg u/ mesan seri 4 sekawan.. S4 nanya mau ngecek sendiri ketiki krn kbtulan tiki dpan rumah alasan resi dibawa adeklah, hilanglah,, trus s4 sms mau ganti sampe skr blm jg.. *sigh

    Like

  28. bukan masalah panjang atau pendeknya, pakde..
    ini otak gue kaga nyampe kayanya bacanya.
    bahasanya yang ketinggian apa guenya yang kependekan?
    hwehehehe..

    -__- v

    Like

  29. sepertinya produsen panadol akan kaget belakangan ini Panadolnya jadi laku di pasaran….. turut berduka ya dengan kejadian ini, mantengin terus TL dan blog para emak2 dan jadi sedih gara2 kejadian ini orang2 yg bertransaksi di internet dengan bener jadi ikutan tercemar, …… intinya jadi lebih berhati-hati….

    Like

  30. Oh, aku tau modusnya yang kayak gini. Bener Dan, ini termasuk gejala sakit jiwa. Setelah nipu korban, ketahuan, berikutnya dia akan memelas-melas minta dikasihani dan permakluman atas semua kejahatannya, dan dengan kecerdasannya dia bisa bikin seakan-akan dialah yang jadi korban.
    Dan gue juga udah baca post terbarunya yang minta maaf. Sakit jiwa. Aseli.

    Like

  31. Ceritanya persis sekali sama apa yg dialami, gue juga mikir “ah si Pepi ini temennya si A” Sempat ngobrol sama Indah, latar belakang bocah ini Ga jelas juga. Untung aja ga sempat kena apa2 sama dia, cuma turut berduka sama teman2 blogger yang akhirnya jadi kehilangan rasa percaya 😦

    Like

  32. hmmm kadang aku merasa beruntung tidak selalu menjawab komentar orang, dan tidak tanggap dgn omongan syurga org-org hehehe.
    Kalau di chat aku udah kenyang sama org kayak pepi, aku baru tahu bahwa di blog juga ada kayak gini πŸ˜€

    Like

  33. gw berasa orang yg paling ga tahu menahu ada kegaduhan ini deh. Gara2 erry mosting di fb jadinya menyeret ke sini bro…turut prihatin atas musibah nya.
    Kalau menurut gw, itu orang memang punya otak yg lumayan bagus karena bisa mengarang cerita yg mirip novelnya pengarang bestseller. Namun disalahgunakan buat hal kriminial…semoga aja dia bener2 berniat membereskan semuanya…

    Like

  34. *ngos-ngosan baca postingan Mas Dani. Panjang polll*

    Duh, makin banyak saja yang main curang di dunia online. Saya tidak tau menau soal Pepi. Tahunya baru dari postingan ini. Terimakasih atas ceritanya, Mas Dani. Jadi pengingat untuk kita semua agar lebih berhati-hati dan tau kemana harus melabuhkan rasa percaya kita.

    Like

  35. Waduh, rame ya. Gara gara ni orang gue jadi aja blog walking.
    Jadi pelajaran banget buat gue yang masih newbie di dunia per bloggeran (halah bahasa gue) untuk wapada sama orang yang gak jelas identitas nya. Baru kenal boleh aja, tapi kalo semuanya serba gak jelas hmmm perlu di curigain juga ya. Kalo gak ada yang salah kenapa mesti di tutupin toh? πŸ˜‰

    Like

  36. Pingback: Arisan Berlian part 5 « Barbie Pink's Blog

  37. saya baru on lagi di blog. Baca cerita diatas rada ngeryitkan dahi. Ini pasti cerita bersambung ya?
    Btw..kok bisa ya, wanita semuda itu nipu-nipu banyak orang?

    Like

  38. wwiiihhhh…aku dah baca beberapa postingan yang di reblog ma mem ndutyke… trending topic banget yaah di blog… dan very complicated banget…
    mungkin laen kali dirimu perlu bertanya lagi dan…”sapa laauuww..???”

    Like

  39. Wah, komandan BLOGCAMP belum tau soal ini, Pak Dhe Cholik. Gini loh. BLOGCAMP ada di Facebook, dan setauku dia muncul lalu menghilang sebelum BLOGCAMP dan WARUNG BLOGGER.

    Dia sudah menipu sejak 2009 kalo gak salah, ada lingkaran blogger dengan modus operandi bikin giveaway dan jual novel.

    Setelah ketahuan dia menghilang, gabung ke blogger banyak yang aku kenal awal tahun 2011. Nipu dengan giveaway supaya banyak yang tertarik lalu jual novel. Sudah ketahuan, uang diterima, novel gak dikirim dengan berbagai alasan, Pernah posting dengan namaku disebut, dan beberapa postinganku diambil idenya sama dia. Blogku ada yang isinya jurnal harian ada yang motivasi.

    Generasi ke tiga deketin blogger berprestasi, UNA, tapi setauku bukan BLOGCAMP. Gak bakalan berani sama sesepuhnya pak Dhe Cholik, yang kalo aku ke Surabaya ditraktir sama beliau ini. Baru jalan separuh versi Sheno Monkey, Una banyak dikasih tau, dan menyebarlah lewat YM, PM di FB atau twitter.

    Generasi ke 4 soal artwork ini. Kayaknya soalnya generasi sebelumnya yang mahasiswa sudah banyak ilang cari kerja, sukses deketin kelompok blogger yang ibu-ibu. Berhasil memikat tanpa diketahui blogger lama. Saking gemesnya malah kebongkar.

    AKu nulis soal Ata ini cuman singkat maklum udah lama, dan aku bukan korban. Ini linknya http://amiratnawatiutami.blogspot.com/2013/01/blogger-berbakat-tapi-menipu.html

    Like

  40. Waduhh…mungkin karena saya tipe menganalisis dulu (sering diprotes suami), dan termasuk tak percaya beli on line, atau hubungan secara online..kecuali hanya untuk persahabatan tanpa imbalan uang…Alhamdulillah aman-aman aja.

    Semoga masalahnya segera selesai…atau maafkanlah dan ikhlaskan…Allah swt yang akan mengganti kerugianmu dengan cara Nya. Dan ini merupakan pembelajaran yang sangat berharga.

    Like

    • Mungkin sebaiknya memang seperti itu ya Bu. hehehehehe. Persahabatan yang tidak melibatkan uang.
      Sebenernya sudah tidak mempermasalahkan masalah uangnya Bu. hanya sebagai pengingat nantinya agar tidak diulang lagi. Karena dari kejadian sebelumnya Pepi menutup blog, menghapus jejak dan seolah menghilang sementara korbannya tidak ada yang memposting sehingga tidak terlacak kejadian sebelumnya dan akhirnya Pepi berhasil mengulangi di komunitas yang berbeda.

      Like

  41. wow saya agak telat nih ngikutin ceritanya. jarang blogwalking sih. gak nyangka juga sampe begitu. soalnya pas awal2 kenal selalu rajin saling blogwalking. saya setuju bahwa dia bisa menggunakan jasa psikolog atau terapis untuk kebaikan dia sendiri.

    Like

  42. turut prihatin dengan banyaknya korban Pepi, semoga bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini. Salam kenal πŸ™‚

    Like

  43. Tulisannya panjang dan detail,…bak seorang detektif swasta yang mengendus buronan kemana pun pergi….
    penuh teka-teki, alur yang panjang penuh trik, dan mencekam….

    Like

  44. hoalaaahh…jadi yg tempo hari itu berakhirnya begitu toh Dan…
    emang susah jadi orang baik ya, kita kan defaultnya positive thinking, beranggapan semua orang itu baik bla bla bla… pdhl adaaaa aja orang yg ‘bakat’nya emang jadi penipu begini 😦

    Like

  45. Hampir setahun tidak mendengar kiprah ata di dumay. Terakhir yg saya tahu dia nulis dan produktif di wonderfullife, dab sebelum itu di pierce sinyorin ato sinorin saya lupa. Sempat berinteraksi, dan dia mau oinjem uang lewat bank untuk penerbitan majalah. Saya bilang. Saya nggak punya rekening bank dan nggak berapa lama wonderfulife ditutup berganti sheno shenza noto.
    Sangat disayangkan, blogeer bertalenta nulis harus tetcemar hal hal seperti yg sekarang ramai dibicarakan.

    Like

  46. hoalah panjang banget tapi postingannya ada yang memotivasi juga heheh
    jadi orang baik itu mudah asalkan semuanya di kerjakan dengan hati yang ikhlas πŸ˜€

    Like

  47. Oalah ini toh yang kemarin sempat rame diberitakan itu..
    Ah jadi mikir berlipat-lipat dulu buat beli barang melalui online kecuali toko yang sudah dikenal baik πŸ™‚

    Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa besok-sebok harus lebih berhati-hati kalau mengenal orang yang ujung2nya minta dikasihani..

    Like

  48. Dan Dan…semoga dirimu tetap percaya sama orang orang di dunia online ya.. masih banyak yang baik ya….

    masih mau kopdar ga sama dito… jangan jangan lu curiga juga sama gw haahhaha

    Like

  49. eh mas ini rasanya udah aku baca dan pernah komen pas di bandara, tapi pas dicari komentar aku kok gak nemu yak >.<

    yang pasti aku bete banget sama si pepi ini. btw pengakuan dosa, aku malah pernah 'kenal' sama yang namanya Ata, dan dulu juga pernah beli buku yang gak pernah di kirim sampe sekarang, jadi jangan termakan perkataan puitis atau apalah yang dituliskan dia diblog, aku yakin 100% pasti gak akan ada yang beres juga. jadi catatan pribadi aja aku untuk gak percaya sama akun seperti dia yang norak banget nyari temen di blogspare.

    Like

  50. lama ga buka wordpress…dapet cerita beginian…phuuuufff…*lap keringet…

    untungnya aku ga kenal pepi ini…klo kenal pasti jadi mangsa empuk…soalnya..aku tipe orang yg ga pernah mikir jelek tentang orang lain…*selalu berfikiran orang itu baik…

    Alhamdulillahnya, selama belanja ol, ga pernah kena tipu uang sih…

    *Moga2 masalahnya cepat terselesaikan…or yg namanya pepi ini taubat…(ih apa sih ini?)

    Like

  51. Hmmm, Pepi si blogger penipu.
    Menggunakan modus korban KDRT, Profile hidup yg WAW dan semua kisah hidup yg fiktif.

    Bisa dijadikan pelajaran untuk tidak mudah percaya dengan orang-orang didunia maya yg belum sepenuhnya kita kenal.

    Like

  52. aku baru tau nih ada kasus begini…

    ngeliat tulisannya si pepi kayaknya gimana gitu,

    itu tulisan dia asli kah, atau punya orang…

    emang kadang orang ‘sakit’ dan orang pinter itu gak bisa dibedain ya?

    *gelengpala

    Like

  53. Pingback: Kopdar! | -ndutyke-

  54. untung depannya P, bukan C -___-
    hehe, saya pertama mampir ke blog pepi beberapa bulan yang lalu, entah mulanya dari mana. kesan pertama: wiiihh,, anjriitt.. keren banget ini blog, art nya mantep mantep, fotonya high resolution semua.. tapi ya udah, jadi pembaca setia aja sih, jarang komen, tapi masih follow sih πŸ˜€
    ohh, ternyata eh ternyata… begitu ya mas?… hih…amit amit dah akun anonim

    Like

  55. hai dan…salam kenal mampir nih gara2 kepo sama cerita hehehe….
    kmrn itu sempet di warning tapi telat transaksi sudah dilakukan…
    status dari calon korban – korban beneran – calon korban lagi…liat aja nanti barangnya dikirim gak, menurut klarifikasi blognya dia akan kerjakan punya gw hehehe…

    Like

  56. udah lama saya tau post ini Mas, tapi karena panjang dan gak mau baca setengah-setengah akhirnya saya tunda2 terus, dan pagi ini di temani kopi luwak πŸ˜›

    terima kasih infinya ya Mas. Semoga gak terulang lagi ya Mas..

    saya kalau mampir di blognya pepi tu gak sreg aja mas, gak tau gak ejoy aja disana apalagi judul post yang di buat cuma angka gitu.. gak mudeng maksudte opo…

    saya yakin Mas, hidupnya orang yg kayak gini gak akan tenang…

    Like

  57. Trending topik nih …
    saya belum pernah berinteraksi sepertinya …

    saya hanya berharap …
    semoga semuanya baik-baik saja …
    semuanya …

    Ada banyak hal yang bisa kita lakukan lewat ngeblog … Hal Positif tentu saja

    Salam saya DAN

    Like

  58. Salam kenal. Pakabar? Dah makan?

    Sesuai dengan ‘disclaimer’ anda, saya belum membaca habis cerita anda ini, baru beberapa paragraf saja. Tapi anda mengijinkan kami untuk kasih komen, jadi inilah komen saya:

    Saya ikut prihatin kerana anda, dan beberapa teman anda, menjadi kurban penipuan di internet.

    Menurut saya, modus operandi seperti ini, merupakan hal yang sangat klasik. Jaman Multiply belum lama populer, sudah ada beberapa kurban yang identik dengan yang anda alami. Mereka, yang berhasil menipu anda, memang sudah ‘profesi’nya begitu. Memanfaatkan rasa iba dan simpati dari teman-teman di i-net.

    Istilah saya sih ‘mercy marketing’. Memanfaatkan rasa iba untuk ‘menjual’ sesuatu. Jadi, kalau yang mereka ‘jual’ adalah pinjaman uang, dan anda sudah ‘membeli’nya dengan memberikan uang, ya itu sebenarnya merupakan transaksi yang sudah done deal.

    Mengapa? Kerana ketika anda ‘membeli’ cerita yang mengharu-biru dari mereka, perasaan iba dan simpati anda terpancing, lantas anda tergerak memberikan uang kepadanya, anda pastilah saat itu merasa ‘puas’, bahagia kerana bisa ‘membantu’ orang yang sedang mengalami ‘musibah’. Mereka merasa anda sudah ‘membeli’ yang mereka ‘jual’. Dan, memang tujuan mereka mendapatkan uang dari anda, jeh!

    Menceritakan hal ini, memasang foto-nya, memang bisa menjadi pelajaran bagi yang lain. Tapi, mereka akan dengan mudah membuat nama baru, identitas baru, untuk kemudian ‘menjual’ produk yang sama kepada yang lain. Entah dengan cara yang sama, atau berbeda. Dan, bisa jadi, ada orang yang semula gak tahu ‘modus operandi’ menjadi penjaja rasa iba, bisa saja lantas terinspirasi cerita anda, lalu belajar menjadi penipu dengan cara yang lebih disempurnakan lagi.

    Prinsipnya, jangan sampai anda larut terbawa perasaan iba dan simpati anda ~ sesuatu yang sebenarnya baik dan mulia, sebab mereka tahu sekali akan hal ini. Rasanya tidak ada orang yang bisa berdiam diri kalau menghadapi hal seperti itu. Termasuk saya sendiri kalau nanti saya dihadapkan pada ‘penjaja’ seperti mereka, mungkin?

    Begitu saja sih. Komen atas pendapat saya, boleh disampaikan juga – bebas ajah. Tapi saya tidak akan melayani dengan jawaban yang mungkin saja akan jadi polemik.

    Like

  59. Pingback: Kepercayaan yang Terkoyak «

  60. salam kenal mas dani wah sepertinya ada lagi ‘topeng hitam’ di dunia blog, dulu di multiply sering menemui kasus semacam ini, semoga menjadi pembelajaran buat kita bersama

    Like

  61. “Postingan ini bakalan jadi postingan yang cukup panjang. Jadi kalo gak cukup kepo dan males baca bisa diskip aja”
    saya ngikut saran aja deh.. #eh

    Like

  62. Mak mak ramai benar blog ini……… walaupun sudah diperingatkan untuk tidak membaca karena postingnya panjang, akhirnya tamat juga.
    Menarik sih, walaupun saya belum pernah kenal orang seperti itu – mudah mudahan enggak lah.
    kunjungan pertema – salam kenal

    Like

  63. Aku baru kenal nih istilah Social Climber. #termasuk_gak_gaul

    Sepertinya si Pepi/Ata/Noto/Etc pinter juga ya, bisa nipu banyak orang. Sayangnya kepintarannya disalahgunakan. Coba jadi marketing bank gitu, kan halal dan uangnya banyak. Hahahaha!

    Btw, tulisannya panjang banget tapi aku bisa ngehabisin ya? Menarik πŸ™‚

    Like

  64. weleh2…sadis..niat ya buat skenario dia gitu ya mas..semoga lebih berhati2 dan tidak mudah percaya gitu aja..engga nyangka ngeblog bisa buat kyk gitu..

    Like

    • iya mas..sy kalu transaksi gitu sampe lama dulu pantau si akun atau web tertentu..bener2 valid atau ga..terus sy juga pernah melalui modus cerita2 sedih gitu…tapi melalui fb…untungnya sy blum kasih…kecerobohan sy karena sering main approve di fb padahal ga kenal, hanya krn lihat ada mutual friend nya yang banyak..

      Like

    • iya..soalnya waktu itu sy lihat mutual friendnya teman2 sma sy..jadi takutnya itu temen sma yang sy sendiri pangling krn udah lama ga ketemu..

      Like

  65. Ternyata sampe segini ya Bang..Say gak nyangka aja ternyata ada juga blogger yang modus penipuannya udah profesional banget..
    Saya sendiri cuma blogging untuk senang-senang doang, alhamdulillah belum ketemu blogger kayak gituan
    semoga kita lebih hati-hati ya Bang πŸ™‚

    Like

  66. ampun deh.. modus penipu itu macem-macem ya… SEbaiknya kalau belanja online masuk satu komunitas yang terpercaya deh… πŸ™‚

    Like

  67. saman sekarang memang harus serba hati-hati saat berinteraksi dengan seseorang, jangankan di dunia maya, bahkan di dunia nyata-pun banyak sekali beredar para penipu…. maka selalulah waspada dan waspada πŸ™‚

    Like

  68. Pingback: Follow Up: Penipuan Pepipepop « danikurniawan

  69. hmm si mbak P ini dulu sempat rajin main ke blog ku…tapi aku jarang bisa main balek soale yo piye karo kerjo je ngeblognya diriku nggak bisa maksimal BW dan sahut sahutan di twitter….dan mungkin emang nggak bisa di jadikan target emak kinan..soale suka gratisan hehehe…walah ada untungnya juga yah nggak kenal akrab ma mbak P ini dulu..ternyata oh ternyata…asli..kepercayaan kawan kawan blogger dikhianati dengan cara seperti itu…semoga dia dapat ganjaran yang setimpal…

    Like

  70. Umm.. Dia make nama samaran banyak dan cerita-cerita bohong biar dapet simpati. Trus minjem dan nipu kelas kakap.. Waaww..

    Orang ini bikin image pengguna nama pena di internet jadi rusak aja. Aku pake nama pena n ngerahasiain identitas exclude foto2 juga ga ada niatan nipu. Soalnya aku ngerasain banget gimana ditipu orang lewat internet, diteror n dicaci maki akibat internet. Malah pernah jadi bahan ejekan komunitas tentang hal porno. Ckck.. Sepertinya emang ada masalah dengan orang ini. :thinking:

    Like

  71. Pengalaman mas Dani ini walaupun gak persis sama, kejadian juga dengan kawan FB saya. Intinya pelakunya menggunakan akun yang tidak jelas identitasnya lalu masuk ke komunitas persahabatan kami, lalu mendekat secara personal ke semua anggotanya dan membangun ikatan emosional (salah satunya dgn memacari beberapa anggota komunitas itu, lalu sesama teman dibuat berantem krn cemburu, pokoknya politik devide et impera deh). Mulai deh diporotin satu2, dan karena sudah dilakukan politik devide et impera tadi, mereka jadi nggk bisa saling mengingatkan lagi. 😦

    Like

  72. waooooo puanjangg. tapi aku baca ampe tamat.
    untungnya belum sempat kenal ama pepi, karena aku tuh kadang terlalu percayaan. but tapi klo dah urusan uang males ngelanjutin.
    duh, bisa ngebayangin gimana perasaan teman2 yg tertipu.
    macam2 ama blogger, matilah dikau. tulisan itu seperti pedang lho

    Like

  73. Ya logikanya mas, orang yang ga punya masalah dengan kepribadian dan kejiwaan ga bakal berbuat hal sejauh itu hingga segitu lamanya. Apalagi melakukannya berkali-kali terus lihai beudt memainkan perasaan orang. Pyschopat biasanya begitu lho, charming tapi yaah…

    Rugi ga cuma yang jadi korban, sekarang blogger jadi saling curiga karena masalah kayak gini. 😦

    Like

  74. Saya juga sesekali komentar disana mas. Waaaah, ternyata ternyata kayak gitu toh? Padahal dia cukup aktif ngeblog tiap harinya ya. Ini bisa jadi pelajaran buat bersama ya.
    Terus sampai sekarang belum ada tindak lanjut duit dibalikin mas?

    Like

  75. Pingback: That’s not Pepi’s work! | mylittlecanvas

Comments are closed.