Weekly Photo Challenge : Solitary

I thought that I don’t have any picture depicting this week’s Weekly Photo Challenge Theme : Solitary, turned out I found many of them.

Here are three of my “Solitary” interpretations:


This is picture of one of my friends when we participated in a dancing competition to celebrate one of Indonesia’s biggest banks anniversary. The bank held various competitions and dancing was one of them. He was waiting for his turn to be put on additional costumes and make over.

Ini foto salah satu temen gw waktu kami ikutan lomba nari yang diadakan untuk merayakan ulang tahun salah satu bank terbesar di Indonesia. Bank itu bikin macem-macem lomba dan nari adalah salah satunya. Temen gw ini lagi nunggu giliran buat dipasangin kostum tambahan dan dimakeup.

This picture was taken on a heavy rainy day. It was friday afternoon around 5 pm. After office hour and heavy rain are perfect combination in Jakarta. Lucky if you only caught 3 hours traffic for supposedly 45 minutes trip. My friend was thinking exactly the same thing that moment. Later on that day many of my office colleagues stayed until 8 or 9 that night just to avoid the dreadful traffic.

Poto ini gw ambil waktu hujan deres banget di luar. Waktu itu hari Jum’at jam 5 sore. Bubaran kantor dan hujan deres adalah kombinasi yang luar biasa pas buat Jakarta. Beruntung kalo bisa menempuh 3 jam perjalanan untuk jarak tempuh yyng harusnya cuma 45 menit. Temen gw mikir hal yang sama. Banyak orang kantor yang nunggu sampe jam 8 ato jam 9 demi menghindari macet.

I snapped this picture when I was waiting for the traffic light to turn green somewhere in Surabaya. A very blurry image. The man sitting in the middle of the street as he is tired after a long day walking throughout the city carrying around the thing behind him he try to sell. He took a short break in the middle of the street when many other people having their family quality time somewhere warm and cozy

Gw ambil poto ini waktu nunggu lampu merah berubah jadi ijo disuatu tempat di Surabaya. Gambarnya blur banget. Si bapak duduk di tengah jalan karena capek habis keliling jalan kaki bawa barang besar banget di belakang dia yang dioba buat dijualnya. Dia istirahat sebentar di tengah jalan sementara banyak orang lainnya sedang menikmati waktu bareng keluarga di tempat lain yang hangat dan nyaman.

Advertisements

134 thoughts on “Weekly Photo Challenge : Solitary

  1. Pingback: First Weekly Challenge (2012)

  2. Temennya (foto pertama) mau nari Gangnam Style ya mas ?? πŸ™‚
    Foto kedua reminds me kala tinggal di Jakarta, nunggu traffic lancar.
    Great post for WPC “Solitary”… πŸ™‚

    Like

    • Terimakasih Pak Bams.
      Hehehehe. lagak-lagaknya mau Gangnam Style-an tuh emang Pak.. πŸ˜›
      Nunggu traffic lancar… hehehe. kalo dapet uang lembur lumayan juga ya Pak.. πŸ˜€

      Like

    • Karena koleksi potonya dari jaman jadul jadi kameranya macem-macem, mulai dari kamera handphone Sony Ericson W810i, kamera BB Gemini, kamera Samsung Galaxy Mini, kamera Samsung Galaxy Note, Canon Ixus (lupa seri berapa karena ganti dua kali -hilang dan rusak), Canon Powershot seri A (lupa nomornya karena dikasih ke orang), Canon Poweshot G12 (dicuri orang), Canon EOS 500D (punya istri) dan Olympus Pen (lupa serinya).

      selain kamera, post production make Google Picasa dan Adobe Photoshop. πŸ˜€

      Like

  3. dari jendela (foto kedua) sdh keliatan mobil berjejer segitu byknya..jkrt selalu macet ya..
    zidan kl pas ke jkrt seneng diajak ke ancol ato ke mall..tp pas dijln kena macet anakku bs ngomel2.. *saat gini br ngerasa buah tk jauh dari pohonnya.. emaknya tkg ngomel sih haha πŸ˜€

    Like

    • Iya Mba En. Jakarta selalu macet.
      Orang yang ga suka ngomel juga kalo kena macetnya Jakarta bakalan ngomel Mba. Hihihi..

      Semoga ada perubahan dengan si bapak barunya Jakarta.. πŸ˜€

      Like

  4. Pingback: Weekly photo challenge: Solitary. « 3rdculturechildren

  5. Pingback: Weekly photo challenge: Solitary. « 3rdculturechildren

  6. Pingback: Weekly photo Challenge: “Solitary” – To loneliness « Just another wake-up call

  7. Pingback: Weekly Photo Challenge: Solitary « Becca's Photo Blog

  8. Awesome photo collection “Solitary” Pak @Dani

    Baca kisah Pak @Dani ttg kemacetan di Jakarta, saya jadi ingat selayang puluhan tahun yang silam. Saya juga demikian, kalau pulang kantor harus tunggu kemacetan sampai sekitar jam 21.00 malam, gila!. Habis bus penuh, taxi apalagi susah dihentikan. Sampai rumah…capek sekali. Padahal jarak rumah dan kantor belum juga 45 menit. Ck…ck

    Nah itu dulu, saya kira situasi kini semangkin canggih akan berubah. Loh kok tidak yaa. Kisah Pak Dani di atas juga kisah2 kemacetan dan kebanjiran wilayah Jakarta lewat berita ibukota dan tanah air, mmg membuat kita2 yg tinggal di LN semangkin prihatin.
    Pemerintah ternyata” sibuk” mengurus dirinya sendiri drpd rakyatnya. Hayaaa capek deh. Trims Pak Dani, sdh berbagi pengalaman πŸ˜›

    Like

    • Ternyata masih mengikuti berita di sini ya Mba Della? Memang sedih sih ya kalo baca berita tentang hal itu. Semoga dengan pimpinan baru bisa mengubah keadaan ke depannya.

      Terimakasih buat sharingnya ya Mba Della πŸ™‚

      Like

  9. Pingback: Weekly Photo Challenge: Solitary Duck ‘n go seek « patriciaddrury

  10. Nice capture

    Idem sama mbak erry, foto temenmu harusnya pas dia sudah pake kostum dan, hehehe

    Btw, foto yang ketiga itu foto bapak penjual samiler ya? Fotonya bagus dan, bahkan menurutku meski blurry, tp cerita dibalik foto itu seperti meruntuhkan semua kekurangan teknisnya. . bravo!

    Like

Comments are closed.